Category Archives: opini

Edisi Lebay…

Ditengah-tengah makin seretnya kebijakan di negara ini, dan bergesernya paradigma manajemen yang dulu sangat mendukung kegiatan bersilaturahmi sambil mengembangkan jaringan pertemanan dan relasi, menjadi lebih fokus pada unsur “publikasi” saja, bukan berarti orang-orang yang narsis dan eksis seperti kami-kami ini menyerah begitu saja.. Menyerah?? Oooh tentu saja tidak. Masih banyak peluang dan cara untuk tetap eksis dan narsis di berbagai event yang lumayan bergengsi meskipun tidak ada dukungan dana dari mereka-mereka yang menganggap “sudah cukup banyak” publikasi (yang konon sebagian besar diantaranya dianggap “creep” alias abal-abal tak jelas) yang dibutuhkan oleh kampus ini untuk meraih point tertentu pada item penilaian akreditasi. Meskipun mereka lupa, bahwa “nawaitu” kita berkelana bukanlah sekedar menghadiri seminar, mempertanggungjawabkan apa yang kita tulis, tetapi juga memperluas jaringan, pertemanan, relasi, dan juga uji nyali karena kita menjadi terbiasa presentasi di depan berbagai pihak yang tidak pernah kita kenal sebelumnya…(hahaha.. lebay.. lebay..!!)
Baiklah, daripada ngedumel nggak jelas, nanti dikira masuk kategori si tukang protes, marilah kita tengok event pilihan yang sangat kami rekomendasikan ini. Nama seminarnya ICITACEE. Event ini sudah cukup lama saya intip bersama rekan-rekan. Seiring dengan makin ketatnya pembiayaan di kampus kita ini, maka kita harus semakin cermat mengatur strategi, agar tetap eksis dan narsis. Kriteria yang saya gunakan untuk menentukan prioritas cukup sederhana, yaitu : Continue reading

Urutan Penulis pada Paper Ilmiah

Sudah dimaklumi dan dimahfumi bahwa luaran sebuah penelitian adalah laporan yang disajikan dalam bentuk karya ilmiah. Jika dahulu dokumen karya ilmiah tersebut cukup dijajarkan secara rapi di rak-rak perpustakaan, sekarang semua didorong untuk mempublikasikan karya ilmiah tersebut, agar semua orang mengetahui apa yang sudah kita kerjakan, dan kita juga mengetahui apa yang orang lain sudah kerjakan.
Di Indonesia, urusan publikasi ilmiah ini merupakan salah satu kewajiban bagi dosen dan peneliti dan agar termotivasi, disusun serangkaian aturan untuk mengaitkan jumlah dan kualitas publikasi ini sebagai bukti kinerja seorang dosen dan peneliti. Jumlah publikasi ini juga dijadikan landasan untuk beberapa perhitungan kuantitatif misalnya menghitung kum atau point kinerja perorangan, dan juga menilai kinerja satu lembaga pendidikan khususnya perguruan tinggi.
Kita tentu masih ingat gonjang-ganjing dunia pendidikan akibat munculnya edaran kewajiban publikasi bagi para lulusan S1, S2 dan S3 sebagai syarat kelulusan.  Banyak keberatan yang diajukan, misalnya, infrastruktur penelitian yang belum menunjang, ketidaksiapan beberapa perguruan tinggi untuk mengikuti ketentuan tersebut dan banyak hal lainnya.  Tetapi, kewajiban tersebut diluncurkan bukan tanpa alasan. Konon, negara kita saat ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga, dari segi produktivitas publikasi, sehingga hal itu menyebabkan urutan beberapa perguruan tinggi top di negara kita juga tertinggal jauh dibandingkan perguruan tinggi negara tetangga.
Oleh karena itu, mencuat berbagai topik diskusi  menarik seputaran publikasi ilmiah ini, misalnya : Continue reading