The Snicth

Print Friendly, PDF & Email

Nyoba-nyoba mbahas pelem aah, tapi videonya ternyata ga bisa di attach juga… Aaarrggh..!! Geuleuh pisaan..!! Jadi terpaksa cuma bisa dicantumkan linknya, trus silakan mlipir sendiri ke youtube yaaa..!!

Pelem yang mau saya bahas disini, potongan dari pelem jadul berjudul “Scent of Woman”, oleh Al Pacino yang very cool, juga rada-rada ice-cold kalo berekpresi. Maaf ya teman-teman, lagi-lagi nggak posting sesuatu yang ngilmiah. Tak apa laah, toh pembelajaran bisa didapat dari mana sajah. Setory Scent of Woman sendiri yaaa begitulah.. tapi ada satu pesan moral yang tidak pernah saya lupa, hampir seperti asesoris, bukan cerita utama, tapi sebetulnya mengandung pesan yang sangat padat. Kisah tentang prinsip dan keteguhan, yang tak bisa dibeli oleh apapun, kisah tentang karakter.. (naah mulai deh lebaynya kambuh).


So ini kisah tentang seorang anak pas-pasan (pas butuh pas ada.. pas pengeen eeh pas dapet), yang sekolah di sekolah elit (ekonomi sulit), bernama Charlie. Satu hari Charlie dan temannya melihat temannya bikin olok-olok buat Kepseknya. Trus setelah itu, Charlie dan temannya dipaksa bersaksi untuk mengadukan teman-teman yang mengolok-olok tersebut, dengan imbalan dia diberi rekomendasi masuk Harvard.. wooow.. Harvard maaan… !! Harvard University!! bukan kursus bahasa Inggris Harvard pastinya..!! Dan bagemana reaksi Charlie? Ternyata dia menolak.. Sooo singkatnya mari kita lihat potongan cerita pada tiga video klip ini. Cumaa mohon dipersorry, nyari-nyari yang sub tittle in English, trus yang jelas suaranya, susah. Ini dah pas banget, nggak kepotong dan suaranya jelas, tapi sayang sub tittle nya boso Londo. Tapi yaaa disimak-simak sendiri laaah.. nanti saya bantu deeh sebisa-bisanya saya…
Ini peristiwa awalnya, ketika Charlie dan temannya mergokin temen-temen laen sedang bikin olok-olok buat kepseknya.

Part I

Gara-gara hal tersebut, setelah beberapa minggu kemudian, Charlie dibujuk untuk mengadukan temennya, dengan imbalan rekomendasi ke Harvard. Temen satunya didampingi oleh babehnya yang kaya dan bangga. Sedangkan Charlie didampingi veteran buta (Al Pacino) yang nyewa Charlie untuk mendampingi si Veteran beberapa minggu (Charlie nyari duit tambahan dengan jadi pendamping si Veteran Buta). Tadinya Charlie juga nggak nyangka Al Pacino dateng. Charlie dah siap-siap menghadapi pengadilan sendiri, dan keukeuh nggak ngaku. Di potongan ini, temennya Charlie ngaku walau awalnya nggak yakin, pake kata-kata “Maybe” sebelum menyebutkan nama-nama temennya. Itupun dengan berat hati dilakukan setelah rada didorong-dorong oleh babehnya. Sedangkan Charlie keukeuh nggak mau menyebutkan nama, meskipun ditekan oleh si Kepsek. Dibilangnya : Your future will be jeopardy, alias diancam madesu (masa depan suram) kalo nggak mau ngaduin temennya.

Part II

Naah ini bagian yang paling kereen, waktu Al Pacino akhirnya nggak bisa nahan diri membela Charlie. Memang kata-katanya kasar, tapi cetar membahana. Coba liat :

Part III

Script nya, dapet nyontek dari clip lain, kira-kira kayak gini…
…………………
What is your motto here? Boys inform on your classmates, save your hide. Anything sort of that, we’re gonna burn you at the stake?
You are building a rat ship here — a vessel for sea-going snitches. And if you think you are preparing these minnow for manhood, you better think again!!
Because I say you are killing the very spirit this institution proclaims it instills!
………………
I have seen- boys like these, younger than these, their arms torn out, their legs ripped off. But there is nothing like the sight of an amputate spirit. There is … no prosthetic for that…
As I came in here, I heard those words, “cradle of leadership”. Well, when the bough breaks, the cradle will fall.
…………..
Makers of men, creators of leaders.. be careful, what kind of leaders you’re producing here..
…………………
He won’t sell anybody out to buy his future!!
And that, my friends, is called integrity. That’s called courage. Now that’s the stuff leaders should be made of.
………………………
It’s a path made of principle, that leads to character…
You hold this boy’s future in your hands, committee..!! It’s a valuable future!!

Terjemahan bebas versi EYD (English yang Diragukan) kira-kira kaya gini :

———————————————————-

Apa motto kalian disini? Anak-anak, adukan teman sekelasmu, selamatkan dirimu. Sejenis itu lah, dan kami akan menghukummu?
Kalian sedang membangun kapal (penuh) tikus disini — kendaraan yang bakal diisi oleh para pengadu. Dan jika kalian pikir kalian sedang menyiapkan ikan-ikan kecil ini untuk menjadi manusia, mending dipikirin lagii deeh..!!
Karena saya melihat kalian membunuh spirit paling dasar dari institusi ini, dengan menusuk dan menginfeksi dari dalam!
………..
Saya sudah melihat, anak laki-laki seperti ini, lebih muda dari yang ini, tangannya terpotong, kakinya dipotong. Tapi tidak ada pemandangan yang lebih menyedihkan daripada amputasi spirit. Karena… tidak ada pengganti dari spirit yang diamputasi…
Dan waktu saya datang, saya dengar kata-kata “tempat bertunasnya pemimpin”. Ok.. jika rantingnya patah, maka tunasnya akan jatuh…
Menghasilkan “manusia”, menciptakan “pemimpin”.. hati-hati, pemimpin jenis apa yang kalian hasilkan disini?
….
Anak ini tidak akan menjual siapapun untuk membeli masa depannya!! Dan, itulah yang kami sebut sebagai “INTEGRITY”. Itu dibilang sebagai keberanian. Hal-hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin.
…….
Anak ini sudah memilih jalur, jalur yang dipilih berdasarkan prinsip, yang membentuk karakter..
Masa depan anak ini di tangan kalian, para komite..!! Ini masa depan yang berharga..!!

————————————————————-

Kereeen kaaan? Makanya, setting adegan ini menurut saya mah “unforgettable”, sekali ditonton terus terkenang. Susah sekali ya membangun karakter itu, nggak semudah menghancurkannya. Berikan contoh yang keliru, in many various way, and then seperti virus, hal-hal tersebut akan dengan cepat menular dan menjadi budaya. Budaya pengadu, budaya menjatuhkan orang, budaya mencari-cari kelemahan orang, budaya mendapat keuntungan dari kesusahan atau kekurangan orang laen, budaya mementingkan urusan pribadi, budaya berfikir sempit, budaya tidak bijak, de el es be. Tapi itulah manusia. Cuma ya gimana kalo “what kind of leaders” seperti itu yaaa… [Deuuh.. cuma komen-komen aja, cuma noise-noise aja… sudah sana adek-adek.. kembali ke laptop, kembali ngoding.. kembali buka buku paririmbon anda..!!]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *