Header Story – September 2015

Print Friendly, PDF & Email

Ok, ok.. kayak majalah, biasanya ada cover story, yang menceritakan siapa siih yang jadi cover tersebut. Apa kerjanya, apa prestasinya, napa dipilih jadi cover, dlsb..dlsb… Nah, pada postingan september ini, header story nya tuuh tentang para partisipan wisudawan edisi Mei 2015 kemaren.  Cuma karena sibuk bin repot, baru sempat ditayangkan sekarang.  Jadi, kalo pas baca postingan ini, ternyata mereka sudah nggak jadi header lagi, yaa ini lah versi kecilnya…

cropped-cover3.jpg

Sengaja gambar ini dipilih sebagai header setori, karena memang kita, nggak biasa-biasanya, janjian foto-foto dan eeeh, kebeneran pada ngumpul di sela-sela keramaian wisuda yang mirip kayak nikahan massal (saking ramenya orang hilir mudik berkebaya brokat dan berjas). Ok, siapa sajakah mereka ?

Paling kiri : Defrin, gadis manis berwajah bak boneka India ini sudah lulus hampir setahun yang lalu, tapi masih sering rajin berkunjung ke kampus, mungkin bermaksud menyemangati teman-temannya plus merangkap konsultan ArcGis.

Sebelah kanan Defrin, ada si manis imut Tania, yang setelah jatuh bangun susah payah menangis dan berdoa, akhirnya berhasil keluar dari kampus dengan menggunakan mahkota kardus kotak. Saluut laaah sama mental bajanya menghadapi berbagai ujian dan cobaan yang menguras emosi jiwa…

Kedua dari kanan, adalah Dama alias Demon, aneh juga yaa.. wajah manis gitu kok dijuluki Demon.  Gadis imut nan rajin berkicau ini akhirnya sukses juga berguru kepada Defrin untuk menerapkan ArcGis pada tugas akhirnya yang juga berbau-bau GIS.

Paling kanan, sudah tentu neng Rini, yang sudah saya tulis artikelnya secara kheuseus pada postingan tentang Augmented Reality.

Belakangnya Rini dan Demon, ada Andri, pemuda berkumis yang gemar senyum dan kerap masuk ruangan diam-diam, untuk duduk manis dan mulai bercurhat ria.  But anyway, thanks banget, berkat Andri, kita bisa menonton bola lagi dengan tentram melalui pesawat televisi di rumah.

Sebelah kiri Andri, ada Harry, yang selalu tersenyum lebar, dengan suara yang cetar membahana, semangat berapi-api, dan merupakan pendukung setia atas ide-ide nyeleneh yang pernah didiskusikan di meja saya.

Sebelah kiri Harry, ada Etuw, ladies version of Harry, yang juga selalu masuk ruangan dengan penuh kehebohan, kadang-kadang bernyanyi-nyanyi dengan riang gembira dan suka cita, curhat sana-sini tetapi selalu berbicara polos, apa adanya dan straighforward. Anyway, Etuw seorang pekerja keras lhoo.. kalo elo macem-macem bisa-bisa dijitak sama dia.. ha..ha.. Salut berat lah sama neng Etuw ini.

And, last but not least, here is the one, Wildan, sejenis pemuda anti mainstream yang juga rajin berkunjung ke ruangan, ngawut-ngawut diktat kuliah, jurnal dan prosiding. Salut juga dengan daya tahannya menghadapi tantangan emosi jiwa…

Naah inilah sekumpulan anak muda yang membuat ceria ruang kerja saya yang kusam, berdebu, dan random tak beraturan. Selama hampir dua semester, secara bergiliran, mereka keluar masuk ruangan saya, sampe akhirnya mereka menyodorkan tangan selamat berpisah, karena akan melanjutkan hidup pasca kampus yang penuh dengan tantangan.

Selamat ya buat para pemudi pemuda… saya bangga dengan anda-anda semua…! Saya bangga dengan tekad, kejujuran dan kegigihan anda dalam berjuang sampe anda berhasil lulus.  Jadilah “sesuatu” di masyarakat, dan saya yakin anda bisa.. [hooop..hooop.. mulai deh lebay..!! Gayanya dah kayak Mario Teguh..”Zuperrr Zekaleee…!!”]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *