Drop Your File Here…

Dulu pernah posting cara mengatur kiriman file dari para penggemar mahasiswa supaya nggak berantakan di email, tertimpa, tertindas, tenggelam di antara sekian banyak email dari para penggemar, yaitu pake filestork.  Tapi semenjak situs layanan filestork berenti, jadi tutorial tersebut nggak kepake lagi.  Sebagai gantinya, saya coba-coba pake dropbox dikombinasikan dengan layanan dropitto.me.  Setelah sekian tahun berlalu, ternyata sekarang dropitto.me sudah semakin keren, yaitu bisa integrasi dengan berbagai virtual storage, bukan hanya dropbox.  Salah satunya bisa diintegrasikan dengan fasilitas cloud storage google drive dari akun google kita. Fitur ini cukup menggiurkan karena kapasitas cloud storage google drive adalah 15 GB per akun. Lumayan kaaan kalo dibandingkan dengan dropbox yang cuma seuprit alias cuma 2.5 GB.  Trus gimana menyambungkan dropitto.me dengan google drive?

Ok, langsung capcus aja ya..

Continue reading

#ScopusMania?

Sebagai insan Le-Academia, pastilah bapak/ibu sekalian pernah mendengar betapa seksinya si Scopus ini. Saking seksinya, dimana-mana disebut, di bagian kampus mana-mana juga selalu terdengar gaungnya. Mulai dari di kantin, warung bakso, ruang tunggu dosen, perpustakaan, ruang kelas, ruang dapur, yaa pokoknya demikianlah populernya nama tersebut.

Tapi, meskipun seksi, banyak juga yang belum tau, siapa si mbah Scopus itu? Trus kalo dijawab.. itu lhoo tukang ngindeks.  Trus nanya lagi.. nge-index apaan? Naah jadilah kita terpaksa berpanjang lebar bercerita tanpa menunjukkan bukti-bukti nyata seperti apakah scopus itu.

Continue reading

Les Misérables

Euleuuh… euleuuh.. tumben-tumbenan posting yang nggak ngilmiah….!! Emang biasanya ngilmiah gitu??

Ya sud, ndak usah berdebat. Blog punya saya ini, ya terserah laaah mau diisi apaan. Oke, in case nggak sempat tamat postingannya, minimal saya posting dulu keyword-keyword nya yaaa..

Pertama, teringat dengan filem ini, karena suddenly malem-malem tiba-tiba Les Misérables nongol di HBO Family, tapi versi 1998, dan yang jadi Jean Valjean yaitu om Liam Neeson, si Irlandia misterius.  Kedua, karena filem ini mengingatkan saya akan sesuatu, suatu analogi, suatu pemetaan yang bisa dipaksa-paksain mirip laah.  Ketiga, karena saya juga pernah nonton lengkap kap dari awal sampe akhir, yang versi 2012 nya, yang jadi Jean Valjean nya Hugh Jackman si Wolverine.  Satu-satunya film drama musikal yang diujungnya tanpa sadar sampe berlinangan air mata nontonnya..(lebaaay… mulai deeeh..!!). Continue reading

Header Story – September 2015

Ok, ok.. kayak majalah, biasanya ada cover story, yang menceritakan siapa siih yang jadi cover tersebut. Apa kerjanya, apa prestasinya, napa dipilih jadi cover, dlsb..dlsb… Nah, pada postingan september ini, header story nya tuuh tentang para partisipan wisudawan edisi Mei 2015 kemaren.  Cuma karena sibuk bin repot, baru sempat ditayangkan sekarang.  Jadi, kalo pas baca postingan ini, ternyata mereka sudah nggak jadi header lagi, yaa ini lah versi kecilnya…

cropped-cover3.jpg

Sengaja gambar ini dipilih sebagai header setori, karena memang kita, nggak biasa-biasanya, janjian foto-foto dan eeeh, kebeneran pada ngumpul di sela-sela keramaian wisuda yang mirip kayak nikahan massal (saking ramenya orang hilir mudik berkebaya brokat dan berjas). Ok, siapa sajakah mereka ? Continue reading

Ngikut TKDA dan TOEP

Sebelum membaca berpanjang lebar, trus menyangka-nyangka yang iya-iya, semisal bahwa saya sok-sok an share yang saya juga belum tau hasilnya, atau bahwa info ini cuma sok-sok an aja.. pliis.. buang jauh-jauh sangkaan tersebut. Tulisan ini dibuat semata-mata untuk yang membutuhkan saja, untuk temen-temen yang mungkin juga bakal menghadapi hal yang sama, yang mungkin aja perlu sedikit spoiler, supaya lebih manstap ketika mengikuti test yang sama.

So.. apa itu TKDA dan TOEP?  Itu singkatan dari Test Kemampuan Dasar Akademik (serupa namun tak sama dengan TPA – Test Potensi Akademik). Sedangkan TOEP adalah Test of English Proficiency..(ngarang ngkali yaaa.. ya pokoknya bukan TOEFL, bukan pula TOEIC). Konon lebih mudah daripada TOEFL (*aamiiin…!!).  Menurut hikayat, ini adalah langkah awal anda menuju idaman para dosen yaitu sertifikasi dosen (alias serdos), tapi juga menurut hikayat, merupakan hal yang paling disegani oleh para dosen, karena ya.. itu laaah.. ditest-test segala.. males kaan.. biasanya juga dosen yang ngasih test.  Konon ini merupakan salah satu langkah pemerintah meningkatkan kualitas dosen..(Aaamiiin lagi..!!). Continue reading

Edisi Lebay…

Ditengah-tengah makin seretnya kebijakan di negara ini, dan bergesernya paradigma manajemen yang dulu sangat mendukung kegiatan bersilaturahmi sambil mengembangkan jaringan pertemanan dan relasi, menjadi lebih fokus pada unsur “publikasi” saja, bukan berarti orang-orang yang narsis dan eksis seperti kami-kami ini menyerah begitu saja.. Menyerah?? Oooh tentu saja tidak. Masih banyak peluang dan cara untuk tetap eksis dan narsis di berbagai event yang lumayan bergengsi meskipun tidak ada dukungan dana dari mereka-mereka yang menganggap “sudah cukup banyak” publikasi (yang konon sebagian besar diantaranya dianggap “creep” alias abal-abal tak jelas) yang dibutuhkan oleh kampus ini untuk meraih point tertentu pada item penilaian akreditasi. Meskipun mereka lupa, bahwa “nawaitu” kita berkelana bukanlah sekedar menghadiri seminar, mempertanggungjawabkan apa yang kita tulis, tetapi juga memperluas jaringan, pertemanan, relasi, dan juga uji nyali karena kita menjadi terbiasa presentasi di depan berbagai pihak yang tidak pernah kita kenal sebelumnya…(hahaha.. lebay.. lebay..!!)
Baiklah, daripada ngedumel nggak jelas, nanti dikira masuk kategori si tukang protes, marilah kita tengok event pilihan yang sangat kami rekomendasikan ini. Nama seminarnya ICITACEE. Event ini sudah cukup lama saya intip bersama rekan-rekan. Seiring dengan makin ketatnya pembiayaan di kampus kita ini, maka kita harus semakin cermat mengatur strategi, agar tetap eksis dan narsis. Kriteria yang saya gunakan untuk menentukan prioritas cukup sederhana, yaitu : Continue reading

Bikin Poster Yuuk..!

Bagemana jika suatu hari anda ditugaskan untuk membuat poster, dengan ukuran cukup besar (A0), tapi nge-blank banget nggak ngerti bikinnya pake apa? Eeeh.. mungkin banyak yang dah ngerti yak, tapi ya biarin deh.. ngkali aja ada yang belum… Masalahnya kemampuan sayah hanyalah mengandalkan software seadanya, nggak bisa pake Photoshop, Coreldraw, atau software grafis lainnya. Modalnya cuma keluarga Office, sehingga akhirnya pilihan jatuh kepada Microsoft Publisher. Continue reading